Type to search

Wajo Kota Santri, FKPP Usul Pembuatan Perda Pondok Pesantren

Share

Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Wajo menggelar audiensi dengan DPRD Kabupaten Wajo, Senin (28/10/2019).

Selain bersilaturrahmi sambil mengenalkan FKPP Wajo ke dewan, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah hal sekaitan memajukan pondok pesantren di Kabupaten Wajo.

Terlebih, mengingat Kabupaten Wajo dikenal sebagai Kota Santri.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Wajo yang hadir pada audiensi tersebut, Agustan Ranreng menyebutkan, salah satu bahasan pertemuan tersebut adalah usul pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang pondok pesantren.

Sebab, pemerintah pusat telah menerbitkan Undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang pondok pesantren.

“Sebagai penerima aspirasi, kami salut dan mendukung upaya FKPP Wajo yang mengusulkan perda ponpes sebagai tindak lanjut undang-undang yang ada,” katanya.

Anggota Fraksi Wajo Bersatu tersebut pun rencanannya menindaklanjuti usulan tersebut untuk dirapatkerjakan bersama Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

“Insya Allah kami akan rapat kerjakan dengan pihak Komisi IV dan Bapemperda untuk diusulkan sebagai Perda inisiatif Komisi IV,” katanya.

Diketahui, pada pertemuan tersebut hadir Ketua FKPP Kabupaten Wajo, KHM Riyadhi Hamdah dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Wajo.

FKPP Kabupaten Wajo sendiri telah terbentuk sejak tahun 2016 lalu. Di Kabupaten Wajo sendiri, ada sekitar 16 pondok pesantren yang tersebar di 14 kecamatan.

Hari Santri Nasional jatuh pada 22 Oktober 2019 lalu.

Meski telah lewat, sejumlah kalangan masih memperingati hari penting tersebut.

Salah satunya yang dilakukan Ikatan Alumni (IKA) Pondok Pesantren Modern Datuk Sulaiman (PMDS) Palopo, Sulsel.

Mereka melakukan bakti sosial (Baksos) dalam memperingati Hari Santri Nasional pada Minggu (27/10/2019) kemarin.

Ketua IKA PMDS Palopo Cab Makassar, Hariadi Cakti mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian sosial.

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengasah kepekaan sosial dari teman-teman sesama alumni Pesantren Modern Datok Sulaiman,” tegasnya, Senin (28/10/2019).

Baksos ini dilaksanakan di Panti Asuhan Silaturahmi, Jl Todopuli Raya, Makassar.

Ditambahkan Hariadi Cakri, pemilihan panti asuhan sebagai lokasi Baksos memiliki banyak alasan.

Salah satunya banyaknya dinamika sosial ekonomi dari masyarakat, yang dipaksa untuk melakukan sesuatu di luar batas.

Orang tua membuang anaknya, masyarakat yang tidak memiliki lahan garap, maka semua itu adalah tanggung jawab dari generasi muda untuk mencari solusinya.

Dengan melihat hal seperti itu, IKA PMDS mencoba untuk berinteraksi kepada orang-orang di panti asuhan yang memiliki latar belakang yang berbeda.

Hal itulah yang menjadi dasar dari teman-teman IKA PMDS menghadirkan program kerja Baksos, yang dilaksanakan sebagai bentuk peringatan Hari Santri Nasional.

“Maka ketika seorang manusia terketuk hatinya melihat kesenjangan sosial itu, berarti mereka sedang berproses menuju kesadarannya sebagai manusia yang utuh,” paparnya.

Ketua Panitia, Fadel Muhammad menambahkan, dalam memperingati hari santri pihaknya berinisiatif melakukan kegiatan tersebut.

“Dan ini merupakan output dari sumbangsi pemikiran alumni PMDS yakni, melakukan bakti sosial yang bertempat pada Panti Asuhan Silaturahmi” pungkasnya.

Laporan : Humas DPRD Wajo

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.