Type to search

Tiba di Kantor DPRD, Guru Honorer SMAN 9 Wajo Nangis, Berikut Alasannya

Share

Untuk ketiga kalinya, guru honorer SMAN 9 Wajo mendatangi kantor DPRD Wajo untuk curhat, Kamis (10/10/2019).

Kedatangan pertama mereka ketika masih DPRD Wajo periode 2014-2019, pada 29 Juli 2019. Kedua, pada 7 Oktober 2019 lalu.

Bahkan, sekali lagi, mereka berurai air mata menceritakan ketidakadilan yang diterimanya oleh pihak SMAN 9 Wajo.

“Beberapa tuntutan yang sudah kami layangkan ke DPRD Wajo, tentang pengembalian hak, harkat, dan martabat sebagaimana mestinya,” kata salah satu guru honorer SMAN 9 Wajo yang dipecat, Nove Tri Nuryana Harahap.

Tuntutannya, yakni dikembalikan ke dapodik guru honorer SMAN 9 Wajo, kembalikan jam mengajar guru honorer sesuai dengan jam mengajar mereka sebelumnya, memastikan nama guru honorer terkomodir dalam SK Gubernur yang terancam hilang.

Lalu, berranggungjawab atas pengurusan berkas sertifikasi yang terlambat akibat polemik ini, menyelesaikan pengupahan honorer yang fak sesuai pada semester sebelumnya, bertanggungjawab atas pembayaran gaji sesuai SK Gubernur semester ini.

Menerbitkan SK pembagian tugas semester ganjil ini, menciptakan situasi kondisi kondusif serta nyaman bagi seluruh warga SMAN 9 Waji.

Serta mengharapkan tak ada lagi intrik, intimidasi, introgasi, dan gerakan tambahan, usai dilakukan rekonsiliasi.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 9 Wajo, Nurnaningsih menyebutkan, keputusan mengeluarkan honorer tersebut, adalah keputusan bersama unsur pimpinan sekolah.

“Satu permintaan kami, cuma ibu Novel pulihkan nama baik kami, secara pribadi juga, dan untuk dapodik, bisa dicover,” katanya.

Pihak DPRD Wajo yang memediasi, juga pihak pengawas sekolah, Komite Sekolah, dan UPT Disdik Cabang IV Wajo pun mendukung langkah rekonsiliasi polemik antara pihak kepala sekolah dan honorer yang diberhentikan tersebut.

Laporan : Humas DPRD Wajo

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.