Type to search

Pendapatan Pemda Wajo di Tahun 2019 Menurun, Anggota Banggar Mulai Sorot Pemkab

Share

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Wajo Tahun 2019 menurun.

Diketahui pada APBD 2019 lalu semula ditetapkan dengan jumlah pendapatan Rp 1.600.118.926.724,08 menjadi Rp 1.530.471.958.584,94.

Sedang jumlah belanja yang sebelumnya Rp 1.607.118.926.724,08 menjadi Rp 1.532.848.028.295,21. Ada selisih pada pendapatan sebesar Rp 69.646.968.134,14 dan pada belanja sebesar Rp 74.270.898.428,87.

Anggota Badan Anggaran DPRD Wajo, Andi Gusti Makkarodda pun menganggap, Pemkab Wajo tak mampu memenuhi target yang telah ditetapkan dan disepakati bersama sebelumnya.

“Merencanakan pendapatan dan atau pun belanja harus realistis, itulah gunanya dilakukan pembahasan anggaran perubahan supaya dirasionalkan kemampuan pencapaian target pendapatan,” katanya, Kamis (22/8/2019).

Dengan adanya penurunan target tersebut, anggota Komisi II DPRD Wajo menyarankan kepada Pemkab Wajo melakukan perbaikan data serta perbarui tarif dan diversifikasi sumber pendapatan.

“Perbaikan data yang dimaksud adalah semua data yang terkait dengan sumber pendapatan asli daerah harus lebih aktual,” katanya.

Dirinya memberi cintoh, pajak bumi dan bangunan, harus diperbaiki dan update, rumah-rumah yang telah direnovasi tetapi tidak diperbaharui IMB maka penting diupdate secara faktual, diwajibkan urus IMB dan perbaharui PBB, serta pada sektor retribusi, seperti retribusi pasar.

“Memperbaharui tarif juga penting dilakukan, nilai objek pajak juga harusnya disesuaikan kondisi perkembangan daerah,” katanya.

Sementara, diversifikasi yang dimaksud Andi Gusti Makkarodda adalah sumber-sumber PAD baru, misalnya Pemkab Wajo bisa berinisiasi dirikan Perusda atau BUMD baru, serta mengoptimalkan pengelolaan yang sudah ada.

Laporan : Humas DPRD Wajo

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.