Type to search

Komunitas Budidaya Walet Indonesia (Kobudawi) Desak Dewan Wajo Cabut Perda Sarang Burung Wale

Share

Komunitas Budidaya Walet Indonesia (Kobudawi) Kabupaten Wajo, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo mencabut Peraturan Daerah (Perda) No 8 tahun 2011 tentang sarang burung walet.
Hal tersebut diungkapkan Kobudiwa saat menyampaikan aspirasi di gedung DPRD Kabupaten Wajo, Rabu (06/11/19).
Menurut Ketua Kobudawi Indonesia Kabupaten Wajo, Mujahidin perda tersebut dinilai akan memberatkan petani walet, sebab petani walet sudah membayar pajak pada saat melakukan transaksi.Ia menjelaskan, tidak ada jaminan seorang pengusaha sarang burung walet bisa berhasil, tiga sampai sepuluh tahun pun belum tentu budidaya walet sudah bisa produktif
“Kami pada saat menjual hasil walet kami, itu dikenakan pajak penghasilan dan penjualan, masa harus bayar pajak lagi, tidak semua pengusaha walet itu sukses, budidaya walet itu sifatnya untung untungan, sebab yang di budidaya itu hewan liar yang tidak bisa diatur seperti kambing dan sapi,” jelasnya
Sejauh ini, lanjut Mujahidin, pengusaha sarang burung walet yang berhasil di Kabupaten wajo, selalu memberikan kontribusi kepada warga setempat secara swadaya, bahkan sebagian pengusaha walet yang masuk dalam kategori sukses, turut andil dalam mendukung program pemerintah
“Pengusaha walet yang sukses, selalu memberikan sumbangsi terhadap pembangunan di daerahnya, seperti membantu pembangunan mesjid, aksi sosial bencana alam. Untuk itu kami meminta kepada dewan yang terhormat untuk segera mencabut perda no 8 tahun 2011 tentang pajak dan retribusi budidaya sarang burung walet,” pintanya
Sementara, Tim penerima Aspirasi DPRD Wajo, Mohammad Ridwan Angka berjanji akan mengawal aspirasi dari Kobudawi. Selain itu ia mengajak seluruh komunitas budidaya walet yang ada di Kabupaten Wajo untuk ikut terlibat dalam pembahasan rancangan perubahan Perda no 8 tahun 2019.

Laporan : Humas DPRD Wajo

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.