Type to search

DPRD Wajo Gelar RDP Bersama Direktur RSUD Lamaddukkelleng, Begini Hasilnya

Share

Adanya pembatasan pasien pada RSUD Lamaddukkelleng Sengkang sempat dikeluhkan sejumlah warga.

Atas keluhan itu, DPRD Kabupaten Wajo memanggil Direktur bersama manajemen rumah sakit milik pemerintah itu, dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV, Hj Husniaty, di ruang rapat Komisi IV, Selasa (16/7/19).

Kepada Komisi IV DPRD Wajo, Direktur RSUD Lamaddukkelleng Sengkang Andi Sari Dwi Kartini menuturkan, kebijakan pembatasan pasien itu hanya terjadi kurang dari sepekan dan saat ini telah berjalan normal kembali.

“Itu kami berlakukan hanya Senin – Jumat lalu. Sejak Senin kemarin sudah normal kembali. Pembatasan itupun terjadi karena adanya upgrade sistem di RS,” ujarnya.

Ditambahkannya, pembatasan pasien itu hanya terjadi pada bagian Poli Interna saja. Karena pasien di bagian itu cukup banyak. Sementara, di bagian lain, tidak ada pembatasan.

Anggota DPRD Wajo, H Anwar mengapresiasi pihak rumah sakit yang segera menormalkan kembali pelayanan. Namun demikian, dia juga mempertanyakan persoalan kenaikan gaji yang diberikan hanya kepada beberapa pegawai.

“Kami mempertanyakan masalah kenaikan gaji di RSUD karena hanya pegawai tertentu saja yang dinaikkan gajinya. Kalau memang seperti itu, apakah memang ada aturan yang mengatur tentang itu? Kenapa kenaikan gaji tidak diberikan kepada seluruh pegawai. Jangan sampai ada kesan yang dinaikkan gajinya hanya orang terdekat saja,” kata Legislator Partai Nasdem itu.

Hal senada disampaikan oleh anggota DPRD Wajo AD Mayang. Menurutnya, jangan sampai ada pegawai yang masa kerjanya baru 5-6 bulan kerja, gajinya langsung dinaikkan. “Sementara ada yang sudah bertahun-tahun kerja tapi gajinya tidak dinaikkan. Pasti akan menimbulkan masalah,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Andi Sari mengungkapkan, adanya kenaikan gaji beberapa pegawai karena pihaknya menilai dari segi prosentase kerja.

“Yang kami naikkan gajinya, mereka jam kerjanya lebih banyak dari staf lain. Seperti yang kerja di bagian IPAL, tim penjemput air. Frekuensi kerja mereka kadang di luar jam kantor,” ungkap Andi Sari.

Hal itu juga dibenarkan oleh Bagian Perencanaan RSUD Lamaddukkelleng Sengkang, Andi Hasnintong.

“Itu demi menghindarkan kecemburuan bagi yang beban kerjanya lebih banyak dibanding yang lain, makanya kami menaikkan gajinya,” ujar Andi Hasnintong.

Laporan : Humas DPRD Wajo

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.